Kamis, 12 Desember 2024

Langkah-langkah dasar untuk membuat program menggunakan ZelioSoft 2 dengan diagram Ladder (Ladder Diagram) pada Zelio Logic SR2B201FU

Prangkat Smart relay Zelio Logic
Prangkat Smart relay Zelio Logic

 

ZelioSoft 2 adalah perangkat lunak yang digunakan untuk memprogram Smart Relay dari Schneider Electric, seperti Zelio Logic SR2B201FU. Smart Relay ini digunakan untuk aplikasi otomatisasi yang lebih sederhana, seperti kontrol motor, pencahayaan, dan aplikasi lainnya yang membutuhkan pengendalian berbasis logika.

Berikut adalah langkah-langkah dasar untuk membuat program menggunakan ZelioSoft 2 dengan diagram Ladder (Ladder Diagram) pada Zelio Logic SR2B201FU: 1. Persiapkan Perangkat dan Instalasi Pastikan Anda memiliki Zelio Logic SR2B201FU dan perangkat lunak ZelioSoft 2 yang terinstal pada komputer Anda. Hubungkan perangkat Zelio Logic ke komputer melalui kabel USB atau kabel serial (tergantung pada tipe konektivitas yang Anda gunakan).
2. Buka Program ZelioSoft 2 Jalankan ZelioSoft 2 dan pilih opsi untuk membuat proyek baru. Pilih tipe perangkat Anda, yaitu Zelio Logic SR2B201FU. 3. Mengenal Antarmuka ZelioSoft 2 Ladder Diagram (LD) adalah metode grafis untuk pemrograman yang menyerupai diagram sirkuit listrik. Anda akan melihat elemen-elemen seperti kontak (NO, NC), relai, dan solenoid yang digambar dalam format vertikal. Pada bagian kanan akan ada panel untuk memilih elemen-elemen yang dibutuhkan, seperti input, output, timer, dan lainnya.
4. Membuat Program Dasar dengan Ladder Diagram Input: Tambahkan kontak yang sesuai dengan input perangkat (misalnya tombol atau sensor). Relai (Relay): Tambahkan relai sebagai output yang akan mengendalikan perangkat seperti motor atau lampu.
Contoh Program: Program sederhana untuk menyalakan lampu dengan tombol tekan: Tambahkan kontak NO yang mewakili tombol tekan. Hubungkan kontak tersebut dengan output yang mewakili lampu atau perangkat yang akan dikendalikan. Saat tombol ditekan (kontak NO), relai akan aktif dan menghidupkan lampu.
5. Menyusun Logika Gunakan instruksi logika lainnya seperti AND, OR, Timer, dan Counter untuk membuat kontrol yang lebih kompleks. Misalnya, tambahkan timer untuk delay atau counter untuk menghitung jumlah perulangan.
6. Simulasi Program Setelah selesai menyusun program, gunakan fitur simulasi di ZelioSoft 2 untuk memverifikasi bahwa logika berjalan dengan benar. Simulasi akan menampilkan bagaimana program bekerja tanpa perlu menghubungkan perangkat fisik.
7. Unduh Program ke Zelio Logic Setelah program diuji dan dipastikan berfungsi dengan benar, unduh program ke perangkat Zelio Logic SR2B201FU. Klik tombol Download di dalam software untuk mentransfer program ke perangkat. Pastikan perangkat terhubung dengan komputer dengan benar agar proses download berhasil.
8. Tes Program di Perangkat Setelah program terunduh, lakukan pengujian langsung pada perangkat untuk memastikan semuanya berfungsi seperti yang diinginkan. Uji fungsionalitas tombol, output, dan pengaturan lainnya yang telah Anda program.
9. Pemeliharaan dan Penyesuaian Jika diperlukan, Anda dapat kembali ke ZelioSoft 2 untuk melakukan pemrograman ulang atau penyesuaian. Pastikan perangkat dapat berfungsi dengan baik dalam kondisi nyata, seperti menghindari gangguan pada input dan output. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat membuat dan mengunduh program Ladder Diagram untuk Zelio Logic SR2B201FU menggunakan ZelioSoft 2.


Salam : Iyon Manakarra

Link Video :

Selasa, 10 Desember 2024

Membuat Tugas Proposal Proyek Akhir Judul Trafic Light Tenaga Surya Dengan Charger Otomatis Dan Penjejak Sinar Matahari Berbasis Mikrokontroler

Baiklah sahabat mekatronika manakarra.. dikesempatan kali saya coba mereview sebuah tugas proposal proyek akhir ketika mengikuti kegiatan perkuliahan Dual System D4 Teknik elektronika dengan konsentrasi Mekatronika di Joint Program BA Malang. (PENS ITS Surabya, P4TK VEDC Malang, Berufs Akademi Stutgart + Industri partner).

PROPOSAL

TRAFIC LIGHT  TENAGA SURYA

DENGAN CHARGER OTOMATIS DAN PENJEJAK SINAR MATAHARI BERBASIS MIKROKONTROLER


TUGAS PROPOSAL PROYEK AKHIR

Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan

memperoleh gelar Sarjana Sains Terapan


Disusun oleh :

 

WIYONO

NIM  XX XX XX 756

 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

JOINT PROGRAM BA MALANG

JURUSAN TEKNIK ELEKTRONIKA

2008

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Senin, 25 November 2024

Sabtu, 16 November 2024

Cara Menggunakan CX-Programmer untuk PLC Omron SYSMAC CP1E

Hallo Sahabat mekatronika manakarra berikut ini adalah tutorial cara menggunakan aplikasi CX-Programmer untuk memprogram PLC Omron Sysmac CP1E :


 

Adapun langkah - langkah dalam menggunakan CX Programmer kami sajikan dalam PDF Viewer Berikut : 



Reverensi Video tutorial dapat dilihat di link Chanel Mekatronika Manakarra:  

https://www.youtube.com/@mekatronikamanakarra

Semoga bermanfaat Jangan Lupa like Subscribe Ya......

1. Tutorial menggunakan CX Programmer - CX One untuk Belajar PLC Omron CP1E



2. Ladder Diagram PLC Kontrol Lampu ON-OFF Kontroller PLC Omron Sysmac CP1E-E30 & CX-Programmer V.9.6



Salam :

Iyon Manakarra





Kamis, 07 November 2024

CARA MENGGUNAKAN ALAT UKUR MULTIMETER ANALOG UNTUK MEMBACA HAMBATAN RESISTOR (MATERI AJAR)

MENGGUNAKAN ALAT UKUR MULTIMETER ANALOG 
UNTUK MEMBACA HAMBATAN RESISTOR 

By. Iyon Manakarra


A.    Fungsi Multimeter Analog.

        Fungsi Multimeter adalah sebagai berikut :

1)     Multimeter memiliki fungsi utama untuk mengetahui tingkat tegangan arus listrik AC dan DC.

2)     Multimeter juga difungsikan untuk mengukur tingkat kekuatan arus yang ada pada tegangan listrik DC.

3)     Multimeter berfungsi untuk mengetahui tingkat nilai hambatan yang ada pada sebuah resistor.

4)     Multimeter bisa dimanfaatkan untuk melihat kondisi kapasitor elektrolit dan transistor.

5)     Multimeter dapat mencheck connectivity suatu konduktor kabel.

6)     Kegunaan Multimeter untuk mengukur HFE transistor pada tipe tertentu.

7)     Multimeter juga dapat digunakan untuk proses mengukur suhu dan lain sebagainya.

 

Adapun jenis Multimeter dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni :

1)     Multimeter analog

2)     Multimeter digital.

 

B.    Bagian – Bagian Multimeter Analog. 

Gambar 1. Bagian – bagian utama Multimeter Analog
Gambar 1. Bagian – bagian utama Multimeter Analog

C.    Langkah Pengamanan Sebelum Dan Setelah Pengoperasian Multimeter :

1)     Letak alat ukur sesuai simbol.

2)     Menjaga alat ukur dari pengaruh medan magnet luar.

3)     Jarum penunjuk pada posisi nol

4)   Tiup permukaan kaca setelah kaca dibersihkan dengan kain, agar supaya muatan listrik hilang

5)     Bila alat ukur mempunyai pengecek batere, cek keadaan batere.

6)  Atur sakelar pemilih batas ukur untuk tegangan, arus (AC/DC) atau tahanan, dari BU terbesar.

7)  Setelah selesai pengukuran, sakelar pemilih batas ukur harus diatur pada posisi OFF atau pada posisi batas ukur tegangan yang paling besar.


     D.    Membaca Nilai Kode warna resistor

Resistor merupakan salah satu komponen yang paling sering ditemukan dalam Rangkaian Elektronika. Hampir setiap peralatan Elektronika menggunakannya. Pada dasarnya Resistor adalah komponen Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika.

Gambar 2. Macam-macam Resistor

Gambar 2. Macam-macam Resistor


Menurut standar Electronic Industries Alliance - EIA_RS-279, kode warna pada resistor dibagi menjadi tiga jenis, yaitu resistor dengan kode 4 warna, 5 warna, dan 6 warna. Di Indonesia, biasanya resistor dengan jenis film karbon memiliki 4 warna dan memiliki toleransi kisaran 5%, sedangkan resistor untuk jenis film metal memiliki 5 warna dan memiliki toleransi antara 1%, sedangkan resistor dengan 6 gelang warna jarang dijumpai.

    1)     Warna Gelang Resistor .

Untuk resistor tetap ukuran 1/4 watt dan 1/2 watt untuk mengetahui nilai resistansinya dapat melalui pembacaan kode warna pada badan resistor. Kode warna pokok yang digunakan adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Kode Warna Resistor

      Tabel 1. Kode Warna Resistor



2)     Cara Membaca Resistor 4 dan 5 gelang warna.

Tabel 2. Membaca resistor 4 dan 5 Gelang warna

Tabel 2. Membaca resistor 4 dan 5 Gelang warna

Contoh Pembacaan nilai resistor :

Pembacaan nilai resistor :
Pembacaan nilai resistor 4 gelang dan 5 Gelang









E.    Cara Mengukur Hambatan (Resistor) menggunakan Multimeter  :

1.     Proses kalibrasi Multimeter.

Perlu diperhatikan bahwa setiap kali melakukan perpindahan nilai range dari x1 ke x10 atau yang lainnya, dibutuhkan kalibrasi ulang. Hal ini dikarenakan oleh nilai tahanan yang berbeda-beda dari setiap perpindahan auto range. Tujuan kalibrasi ini adalah untuk menjaga kondisi bahan ukur serta instrument ukur agar selalu sesuai dengan spesifikasinya. 

Gambar 3. Kalibrasi Multimeter Untuk mengukur Resistor/Hambatan

Gambar 3. Kalibrasi Multimeter Untuk mengukur Resistor/Hambatan

 

 Prosedur kalibrasi multimeter untuk mengukur tahanan :

1).      Pilih atau Posisikan saklar selector ke Skala batas Ukur pada angka x1
2).     Tempelkan/hubungkan test pin probe merah/test lead (+) dengan Test Pin Probe hitam/test lead (-).
3).  Lihat Angka pada skala ukur yang ditunjuk oleh Jarum penunjuk/pointer apakah sejajar dengan angka 0 pada skala Ohm sebelah kanan.

4).  Jika Belum sejajar, putar knob zero Ohm Adjust. Sampai pointer sejajar dengan angka 0 pada skala ohm sebelah kanan.



2     Prosedur Memilih Selektor  dan Memasang Probe Multimeter.

Langkah – langkah memasang alat ukur untuk mengukur hambatan resistor  sebagai berikut ;

1).      Putar Saklar pemilih ke skala Ohm pada angka x1.

2).     Pasang Probe Merah dan Probe Hitam ke masing- masing terminal/kaki resistor,

3).      Jika jarum tidak bergerak / hanya bergerak sedikit sehingga susah untuk dibaca maka putar saklar pemilih ke skala satu tingkat diatasnya (x10), jika belum terbaca lagi naikan lagi menjadi (x100) dan seterusnya, jika sudah sampai x1k dan jarum tetap tidak bergerak itu artinya komponen yang diukur putus (hambatannya sangat besar / tak terhingga “∞”

Gambar 4. Posisi Multimeter Mengukur  Tahanan

Gambar 4. Posisi Multimeter Mengukur  Tahanan


3. Cara membaca hasil pengukuran hambatan/Resistor.

    a. Cara membaca hasil pengukuran nilai tahanan

-        Lihat angka yang ditunjuk jarum pada deret angka ohm

-        Lihat skala pada saklar pemilih

-        Kali kan angka yang tertunjuk jarum dengan angka pada saklar pemilih.

        b. Membaca hasil pengukuran nilai tahanan resistor.


Gambar 5. Mengukur resistor 4 Warna

Gambar 5. Mengukur resistor 4 Warna


c.      Membaca hasil pengukuran nilai tahanan resistor.





Silahkan Mencoba.... Semoga Bermanfaat... Follow ya.......!